Artikel, Sejarah Indonesia

Indonesia

Republik Indonesia ialah sebuah negara kepulauan yang juga disebut sebagai Nusantara[perlu petikan] (Kepulauan Antara) yang terletak di antara tanah besar Asia Tenggara dan Australia dan antara Lautan Hindi dan Lautan Pasifik. Indonesia bersempadankan Malaysia di Kalimantan, Papua New Guinea di pulau Papua, dan Timor Leste di pulau Timor. Negara jiran lain termasuklah Singapura, Filipina, Australia dan wilayah India Kepulauan Andaman dan Nicobar. Ibu negara Indonesia ialah Jakarta.[...]

Berita, Rezeky di bulan puasa

Nadine

Kapanlagi.com - Bulan puasa biasa dijadikan sebagai bulan penuh rezeki oleh para selebritis. Pasalnya, tawaran job di bulan ini biasanya lebih banyak. Namun, Nadine Chandrawinata mengaku lebih santai. "Biasa aja jobnya, di bulan puasa malah lebih santai, nggak terlalu di-push. Bulan puasa ini aku juga ada acara ke Wakatobi. Di sana ada karnaval dan penyuluhan dan saya dipercaya jadi Duta Wakatobi," kata Nadine saat ditemui di Studio Cawang, Jumat (21/08) kemarin. [...]

Besok SBY Pidato Sambut Hari Kemerdekaan Di DPR

Presiden SBY akan menyampaikan pidato kenegaraan menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 64 di DPR besok, 14 Agustus 2009. Dalam rangkaian acara seremonial di DPR itu, akan dihadirkan para pelajar berprestasi se-nusantara.

"Acara lebih bersifat seremonial kepala negara menyampaikan pidatonya dari seluruh segi. Menyangkut masalah secara umum, pesan-pesan dan harapan-harapan serta tantangan-tantangan yang dihadapi pemerintah ke depan," ujar Ketua DPR, Agung Laksono, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta,
Kamis (13/8/2009).

Acara ini, hadir menjelaskan, akan dihadiri siswa siswi dan pegawai negeri berprestasi dari seluruh Indonesia. "Seluruh anggota parlemen dan perwakilan negara sahabat. Seperti biasanya dihadiri siswa, pegawai negeri berbakat dan sebagainya," beber Agung.

Seusai mendengarkan pidato SBY, DPR akan melanjutkan rapat paripurna beberapa RUU yang sedang dibahas. Paripurna minggu depan pun sudah dipersiapkan untuk beberapa RUU yang ditargetkan selesai.

"Besok karena hari Jumat setelah selesai Sholat Jumat dilanjutkan oleh sidang-sidang paripurna berikutnya melanjutkan APBN 2010 yang perlu kecepatan waktu. Tanggal 18 sidang paripurna lagi, RUU Transmigrasi, RUU Pajak dan retribusi daerah," pungkasnya.

Sejarah kemerdekaan Indonesia

Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima di Jepang, oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian BPUPKI berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang. Syahrir memberitahu penyair Chairil Anwar tentang dijatuhkannya bom atom di Nagasaki dan bahwa Jepang telah menerima ultimatum dari Sekutu untuk menyerah. Syahrir mengetahui hal itu melalui siaran radio luar negeri, yang ketika itu terlarang. Berita ini kemudian tersebar di lingkungan para pemuda terutama para pendukung Syahrir.
Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI.[1] Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.
Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat.
Sementara itu Syahrir menyiapkan pengikutnya yang bakal berdemonstrasi dan bahkan mungkin harus siap menghadapi bala tentara Jepang dalam hal mereka akan menggunakan kekerasan. Syahrir telah menyusun teks proklamasi dan telah dikirimkan ke seluruh Jawa untuk dicetak dan dibagi-bagikan.
Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang.

Banner

Recent Post

Archive

Bagai Mana Blog saya ?

Powered By Blogger

Pengikut Blog Merdeka-indonesiaku

video

      Pesan Singkat


      ShoutMix chat widget

      Translate bahasa

      English French German Spain Italian Dutch

      Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified